Jumaristoho's Blog

Just another WordPress.com site

Franchising

Definisi Waralaba (Franchise)

Suatu strategi pemasaran yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan usaha.
Suatu cara untuk mengemas suatu produk atau suatu usaha dengan tujuan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan konsumen yang lebih Iuas. (sesuai Peraturan Menteri no. 12/2006 tentang Waralaba)
Waralaba (Franchise) adalah perikatan antara Pemberi Waralaba dengan Penerima Waralaba dimana Penerima Waralaba diberikan hak untuk menjalankan usaha dengan memanfaatkan dan/atau menggunakan hak kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki Pemberi Waralaba dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh Pemberi Waralaba dengan sejumlah kewajiban menyediakan dukungan konsultasi operasional yang berkesinambungan oleh Pemberi Waralaba kepada Penerima Waralaba. (sesuai rancangan Peraturan Pemerintah tentang Waralaba) .

Sejarah dan perkembangan franchise

Asal mula franchise dimulai pada tahun 200 sebelum masehi ketika seorang pengusaha cina memperkenalkan konsep rangkaian toko untuk mendistribusikan produk makanan dengan merk tertentu.konsep franchise ini mulai diterapkan sejak 1863 oleh perusahaan mesin jahit singer di Amerika.dan pada tahun 1880 diikuti oleh sejumlah perusahaan mobil,elektrik dan gas.setelah perang dunia konsep franchise berkembang pesat.langkah sukses singer diikuti oleh coca cola pada tahun 1899.lalu franchise dikenal sebagai format bisnis baru pada era 1950-an.di Indonesia franchise dikenal pada tahun 1950-an yaitu munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi.lalu pada tahun1970-an franchise tidak sekedar penyalur tapi juga hak untuk memproduksi produknya.

Pada periode tahun 1996-1999 usaha franchise di Indonesia tumbuh sekitar 12,5% ditengah pertumbuhan ekonomi nasional yang dibawah 3%.pada dasarnya semua bisnis bisa di franchisekan misalnya hotel,properti,rumah sakit,studio foto, minimart dapat dikembangkan dengan format franchise.

Di Amerika franchise tren dijalankan pada tahun 1990-an.tahun 1992 usaha franchise mewarnai daratan Amerika .Pada tahun 2000 diperkirakan penjualan sektor franchise mencapai US$ 1 trillion atau 50% dari total penjualan sektor retail.itu artinya 88 juta orang mendapatkan nafkah dari franchise.

Beberapa Istilah dalam Franchising

  • Franchisor = Pemberi Waralaba
  • Franchisee = Penerima Waralaba
  • Master Franchisee
  • Area (development) Franchisee
  • Franchise Fee = Biaya Pembelian Hak Franchise untuk jangka waktu tertentu
  • Royalty Fee = Kontribusi bagi hasil dari pendapatan franchisee (biasanya dari penjualan)
  • Advertising Fee = Biaya kontribusi bagi kegiatan national campaign dari franchisee yang dilakukan oleh franchisor.

Ciri & Kriteria Franchising

Kriteria sistem franchise:

  1. Standard
  2. Uniqueness
  3. Transparant/ Tranferability
  4. Proven

Ciri utama sistem franchise:

  1. Kesempatan mandiri
  2. Dukungan pemasaran
  3. Kesempatan menggunakan nama & jaringan
  4. Dilandasi perjanjian

Kriteria dalam Peraturan:

  1. Standarisasi atas pelayanan dan barang dan atau jasa yang ditawarkan
  2. Mempunyai ciri khas usaha
  3. Dapat diajarkan dan diaplikasikan
  4. Terbukti sudah memberikan keuntungan
  5. Mereknya telah terdaftar
  6. Memberikan dukungan yang berkesinambungan

Jenis/Bentuk Franchise

Menurut Mohammad Su’ud ( 1994:4445) bahwa dalam praktek franchise terdiri dari empat bentuk:

1. Product Franchise

Suatu bentuk franchise dimana penerima franchise hanya bertindak mendistribusikan produk dari petnernya dengan pembatasan areal.

2. Processing or Manufacturing Frinchise

Jenis franchise ini memberikan hak pada suatu badan usaha untuk membuat suatu produk dan menjualnya pada masyarakat, dengan menggunakan merek dagang dan merek franchisor. Jenis franchise ini seringkali ditemukan dalam industri makanan dan minuman.

Suatu bentuk franchise dimana PT Ramako Gerbangmas membeli dari master franchise yang mengeloia Mc Donald‘s di Indonesia yang hanya memberi know how pada PT Ramako Gerbangmas tersebut untuk menjalankan waralaba Mc Donald’s.

3. Bussiness Format atau System Franchise

Franchisor memiliki cara yang unik dalam menyajikan produk dalam satu paket, seperti yang dilakukan oleh Mc Donald’s dengan membuat variasi produknya dalam bentuk paket.

4. Group Trading Franchise

Bentuk franchise yang menunjuk pada pemberian hak mengelola toko-toko grosir maupun pengecer yang dilakukan toko serba ada.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk memulai usaha franchise, antara lain:

1.Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai franchise tersebut.
Minta keterangan yang selengkap-lengkapnya dari perusahaan franchise yang bersangkutan dalam bentuk brosur, pamphlet, dan video mengenai perkembangan usaha tersebut. Kemudian kunjungi dua atau lebih lokasi lain dari franchise tersebut, dan tanyakan informasi mengenai reaksi dan produk atau jasa yang ditawarkan tersebut dengan pemilik franchise yang lainnya.
Kata Kunci: Tanyakan pada pemilik franchise tersebut apakah ia akan membuka franchise tersebut di tempat lain lagi.

2.Pelajari dokumen perusahaan
Investor perlu meneliti mengenai profil franchise yang bersangkutan (selama 3 tahun atau lebih) dan perusahaan tersebut harus dapat menyediakan dokumen lengkap, yang disebut Offering Prospectus (OP), The Disclosure Document atau The Franchise Offering Circular. Dokumen-dokumen ini dapat memberikan informasi yang luas mngenai latar belakang dari franchise. Perusahaan yang berbobot tentunya memiliki para pekerja yang berpengalaman dan kualitas yang baik, terutama untuk mengatasi kebangkrutan. Hal ini dapat dilihan pula dari laporan keuangan perusahaan tersebut, bagaimana tingkat pertumbuhan profitnya, dan lain sebagainya.

3.Diskusikan dengan pihak profesional lainnya
Lengkapi seluruh dokumen yang ada mengenai franchise tersebut, termasuk kontrak franchise, dan semua berkas tersebut ditunjukkan kepada pihak akuntan, pengacara, dan konsultan bisnis lainnya untuk menganalisa aspek keuangan dan hukum dan franchise tersebut.

4.Pelajari mengenai policy yang berlaku dan perlindungan teritori
Kita perlu mengetahui policy yang berlaku mengenai pelaksanaan franchise, termasuk nomor kode franchise yang dipublikasikan berdasarkan area geografis. Apabila franchise berdasarkan dua teritori negara yang berbeda, maka perlu dilihat hukum dan ketentuan mana yang berlaku untuk dijalankan.

5.Perhatikan Besar Biaya yang Harus Dibayarkan
Pelajari rincian biaya yang harus dikeluarkan untuk membuka franchise, mulai dari biaya pembukaan, biaya inventori, lisensi, asuransi, dan biaya promosi untuk masa awal pembukaan outlet. Investor perlu mengantiipasi adanya pengeluaran tahunan seperti biaya royalti dan biaya untuk memasarkan frnachise tersebut. Cari tahu berapa besar porsi untuk biaya iklan untuk outlet khusus, dan berapa besar porsi biaya yang akan digunakan untuk pengiklanan outlet secara global.
Kata Kunci: Tanyakan mengenai biaya yang tidak terdaftar.

6. Kapan akan mencapai posisi break even point
Berdasarkan investasi yang dilakukan dan analisis mengenai breakeven pada dokumen yang tersedia, berapa lama perusahaan terebut dapat mencapai posisi balik modal. Cari tahu mengenai strategi keuangan untuk mencapai poin tersebut dan cari tahu pula mengenai besarnya keuntungan yang dapat diharapkan per tahunnya.

7. Bagaimana cara menyelesaikan konflik yang terjadi
Cari tahu apakah perusahaan menetapkan cara-cara penyelesaian yang terjadi dalam franchise tersebut. Apakah perusahaan memiliki strategi penyelsaian konflik tertentu. Cari tahu juga mengenai kontrak kerja yang akan berlangsung, dan poin-poin yang akan membuat kontrak diakhiri. Pelajari juga mengenai risiko yang akan diterima oleh investor apabila kontrak kerja diakhiri, dan apabila kontrak kerja sudah habis apakah akan diperbaharui.

8. Apakah pengiklanan akan membawa keuntungan bagi investor?
Investor diwajibkan untuk membayar biaya pengiklanan franchise, dan sebelumnya investor perlu mencari tahu keuntungan yang akan didapat pada outlet franchise melalui iklan tersebut. Investor perlu juga mencari tahu beberapa hal mengenai berapa biaya maksimal untuk membuat iklan, apakah diijinkan untuk membuat iklan secara pribadi, dan apakah investor menerima komisi atas keuntungan franchise.

9. Latar belakang gagalnya outlet franchise yang lain
Sebelum memulai investasi, cari tahu berapa banyak outlet yang gagal. Banyaknya outlet yang gagal dapat menunjukkan adanya masalah sistemik. Berhati-hatilah pada beberapa investor franchise yang menjadikan outlet franchise yang gagal menjadi perusahaan milik sendiri. Apabila kita membeli outlet yang masih berjalan, pastikan berapa banyak karyawan yang menjalankan servis, dan alasan bagi karyawan lain yang berhenti.

Franchise mempunyai kekurangan dan kelebihan dibandingkan

membangun usaha sendiri.

Bagi Pembeli (Franchisee)

Keuntungan

  • Tidak mulai dari nol semua sudah siap operasional.menghemat waktu persiapan usaha pengalaman dan pengetahuan usaha.
  • Track record usaha sudah terbukti berhasil.
  • Resiko kegagalan bisa dikur
  • Keuntungan dari pembelian skala besar
  • Dukungan dan pelatihan mengenai mutu produk dalam bentuk baku yang telah diuji pasar.
  • Daya tarik merek yang mudah mendapatkan pembeli

Kelemahan

  • Melalui uji pasar selama tenggang waktu tertentu.
  • Harus tunduk pada aturan tertentu dalam kontrak kerjasama
  • Berbagi keuntungan
  • Kurang kebebasan dari segi operasional standar mutu dan batasan pembelian.

Bagi Penjual (Franchisor)

Keuntungan

  • Bantuan keuangan untuk pengembangan usaha tidak perlu investasi SDM dan distribusi
  • Berbagi resiko dalam pengembangan pasar.
  • Meningkatkan omset penjualan
  • Meminimalisir resiko kerugian
  • Jaringan usaha bias cepat berkembang

Kelemahan

  • Tidak bisa langsung menjual
  • Membutuhkan investasi dan waktu yang panjang sebelum layak jual
  • Berbagi keuntungan
  • Resiko brand dan reputasi buruk apabila mendapatkan franchisee yang tidak kompeten.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil jika kita sudah mengenal istilah Franchising (pewaralabaan) kita dapat membangun atau membuat sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat. Dan franchising itu bukan sebuah alternatif melainkan salah satu cara yang sama kuatnya, sama strategsinya dengan cara konvensional dalam mengembangkan usaha, lalu kita mampu membangun waralaba dengan bekerja sama dengan orang pemasaran walaupun kita tidak harus ada ditempat lapangan pekerjaan .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: